20 April 2010

Why???

Tulisan ini dibuat hanya untuk pelarian pribadi. Atas semua keresahan hidup yang menari disekitar saya. Dari pekerjaan yang terkadang terasa sangat demanding, dari lingkungan yang terkadang terasa sangat menekan, dan hal-hal apapun yang terkadang bisa sangat tidak bersahabat dengan saya.

Pun, ketika saya memutuskan menulis ini, karena saya juga sedang tertekan. Saya pikir, akan lebih baik bagi saya untuk menumpahkan uneg-uneg saya di blog daripada mengacau kehidupan saya didunia nyata.

So.....
Cerita ini bermula dari rencana pernikahan saya dengan seseorang. kami melewati proses berkenalan, pacaran, hingga akhirnya memutuskan untuk menikah. Sebagai anak, tentu saja kami meminta izin orangtua terlebih dahulu. Selesai dengan izin orang tua saya, kami meminta izin orangtuanya. dan sama seperti yang diucapkan keluarga saya, keluarganya - dalam hal ini ibunya - setuju.

Selanjutnya, kami mulai mempersiapkan rencana pernikahan kami. Badai mulai berawal saat tiba-tiba calon mertua saya mengusulkan seseorang yang lebih berkenan menurutnya. Tentu saja itu ditolak oleh calon suami saya. Bukankah semuanya sudah dibicarakan diawal. Kenapa harus diulang-ulang lagi?

Dan benar saja, semuanya dibolak-balik lagi. Kami diharuskan meminta restu pada keluarga besarnya. Dan tentu saja jawabannya adalah tidak untuk terburu-buru menikah. Paling tidak, milikah aset terlebih dahulu.

Dalam keadaan seperti itu, saya hanya mampu terdiam. Saya sudah melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Yang saya lakukan hanya mensupport calon suami saya untuk tidak bertindak gegabah.

Terkadang, hidup bisa sangat tidak masuk akal, bukan? Ketika kita menyangka kita sudah merencanakan semuanya, keadaan bisa berbalik begitu saja 360 derajat. Apapun ceritanya, saya sedikit merasa dunia saya agak jungkir balik sekarang.
That's all today.